Dialog dengan Masyarakat Kuala Kampar, Ini Jawaban Bupati Harris

Dialog dengan Masyarakat Kuala Kampar, Ini Jawaban Bupati Harris
Bupati Harris saat berdialog

KUALA KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Dialog yang ditaja Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan betul-betul dimanfaatkan masyarakat Kecamatan Kuala Kampar, masyarakat curhat mengenai persoalan ekonomi, pendidikan, listrik, pembangunan infrastruktur umum semisal turap sungai mendul, infrastruktur sekolah, guru honor dan lain.

Pantauan media ini di lapangan, terlihat antusias masyarakat mengikuti sesi dialog sangat luar biasa, ini dibuktikan ratusan bangku yang disediakan penetia penuh diduduki warga, dan sebagian lagi warga terrpaksa berdiri disisi kanan-kiri tenda. Mereka segaja datang dari pelosok pulau Kecamatan Kuala Kampar.

Dialog sendiri yang dimulai lepas Zuhur mejelang Magrib bejalan penuh hikmat, suasannya terasa kental dengan nuansa kekeluarga. Disamping dihadiri pihak Kecamatan, kepala desa, sejumlah tokoh adat, tokoh agama, sesepuh masyarakat Kecamatan Kuala Kampar, dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan tampak hadir, disamping Bupati HM Harris, juga hadir Kadis PU Ir Hasan Tua Tanjung, Kadis Pendidikan Drs H Syafrudin Kamal, Kadis Sosial MD Rizal, Distamben Nifto Anin, Kadishubinformasi dan Komunikasi T Riduan Mustafa, Sekretaris Bappeda, dan untuk kalangan DPRD Kabupaten Pelalawan tampak hadir Ketua DPRD H Nasarudin, SH MH, Ketua Kosimi III Imustiar, Komisi I Bahanudin, Anggota DPRD Provinsi Riau Sawitri dan lain-lain.

Lantas apa jawaban Bupati HM Harris terkait permintaan warganya. Hampir sebagian besar dari pertanyaan warganya terkait permintaan yang dinilai rasional lansung bisa di aminkan.

"Ya, itu bangun turap sungai mendul, da masuk tu, tahun depan dikerjakan melalui dana APBD, jembatan juga, seminisasi juga, paket ini memang telah masuk agenda pembangunan,"jawabnya.

Kemudian terkait normalisasi sungai Mendul. Disini bupati tidak lansung meng-iyakan.

"Di Kecamatan Kuala Kampar sendiri, Pemkab telah menyiapkan 4 alat berat sejak setahun silam, sayang alat ini kenapa tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga Pemerintah Kabupaten melakuan evaluasi, dan menarik satu dari 4 alat berat jenis eskavator untuk diperbantukan untuk kecamatan lain," tutur HM Harris, namun jangan risau, pak kades siapkan aja kerangka kerjanya, dan proposalnya, itu tiga alat berat itu bisa diarahkan kesana.

Media ini mencatak banyak masukkan yang disampaikan aparat desa dan tokoh masyarakat. Dari puluhan pertanyaan tersebut media ini hanya mempublikasikan permintaan dominan yang segera dibutuhkan warga.

"Terkait jalan semenisasi paket 10 yang ditunda pengerjaannya, HM Harris tetap optimis tahun 2017 dapat di kerjakan. Jalan ini merupakan urat nadi ekonomi dan akses penting bagi masyarakat. Namun saya harapkan masyarakat untuk bersabar,"jelasnya lagi. Bupati juga menginformasikan terkait keadaan keuangan daerah sejak adanya pemangkasan anggaran yang membuat kebijakan daerah menjadi berubah, disesuaikan kemampuan keuangan daerah.

"Ya, saat ini kita serba susah, di APBD 2017, anggaran kita hanya lebih kurang 1,6 T, dana ini belum tentu di transper Pemerintah Pusat, jadi saya harap masyarakat untuk bersabar,"tutup, terakhir terkait permintaan honor pemda yang diharap belum bisa kita kabulkan. Ini semata-mata disebabkan ketidak jelasan anggaran. Namum kedepan ini juga menjadi masukan bagi pemkab untuk membuat kebijakan dan pertimbangan. (R09)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional